KASKUS "The Largest Indonesian Community"

Situs Web: www.kaskus.co.id

Hai kawan-kawan! Apa kabar? Aku harap semoga semuanya sehat walafiat.Tidak terasa KASKUS telah menginjak usia yang ke-17 tahun. Untuk memperingati hari jadinya, kali ini aku akan memberikan informasi mengenai apa itu KASKUS dan sejarahnya hingga saat ini. Cekidot kita langsung aja ke TKP.

Apa itu KASKUS?

KASKUS adalah forum diskusi dan jual-beli terbesar di Indonesia. KASKUS sendiri merupakan singkatan dari “Kasak-Kusuk”. Penggunanya disebut Kaskuser. Jutaan orang menggunakan KASKUS untuk mencari pengetahuan, informasi, bergabung dengan komunitas baru, hingga jual-beli berbagai jenis barang dan jasa dengan harga terbaik. KASKUS terbagi menjadi 2 jenis forum, yaitu Forum dan Forum Jual-Beli (FJB). Forum adalah tempat untuk mendiskusikan berbagi hal, sedangkan FJB adalah tempat untuk melakukan transaksi jual-beli.

Halaman Utama KASKUS

Bagaimana sejarah KASKUS hingga saat ini?

KASKUS didirikan pada tanggal 6 November 1999 oleh 3 orang pemuda yang berasal dari Indonesia, yaitu Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan. Pada saat itu, mereka sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Pada awalnya, mereka membuat KASKUS untuk memenuhi tugas kuliah mereka. Selain itu, KASKUS juga dibuat untuk mengobati kerinduan mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri melalui berita-berita Indonesia yang diterjemahkan.

Andrew Darwis

Pada tanggal 23 Mei 2006, KASKUS merubah domain mereka dari .com menjadi .us karena penyerangan virus brontok yang menyerang situs-situs besar Indonesia termasuk KASKUS. Sebenarnya, domain .us merupakan domain untuk region United States, namun KASKUS mengartikan bahwa .us itu adalah milik kita, jadi KASKUS adalah milik kita.

Pada tahun 2008, Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata memutuskan untuk mengelola KASKUS secara profesional. Personel dan infrastruktur KASKUS akhirnya di bawa ke Indonesia. Di Indonesia, kantor pertama KASKUS berlokasi di Mangga Besar. Di bawah naungan PT. Darta Media Indonesia, KASKUS mengawali langkah barunya dengan melakukan rebranding. Untuk mematuhi UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Internet), KASKUS mengambil langkah serius dengan menutup 2 forum kontroversial, yaitu BB17 (Buka-Bukaan 17 Tahun) dan Fight Club. Langkah tersebut diapresiasi dengan baik oleh pengguna internet Indonesia. Hal ini ditandai dengan meningkatnya member KASKUS hingga mencapai 300% dengan jumlah member 1,2 juta.

Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata

Pada tahun 2009, KASKUS berpindah kantor ke daerah Melawai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari KASKUS. Personel KASKUS bertambah menjadi lebih dari 60 orang. Sejak saat itu, KASKUS mendapat banyak penghargaan, diantaranya “The Best Innovation In Marketing” dan “The Best Market Driving Company” oleh Marketing Magazine, “The Greatest Brand Of The Decade (2009-2010)” oleh Mark Plus Inc., dan menempati peringkat pertama dalam kategori situs komunitas oleh Alexa.

Pada tahun 2011, KASKUS menjalin kerjasama dengan PT. Global Digital Prima, perusahaan yang berfokus untuk mengembangkan industri digital dan konten lokal Indonesia di bawah naungan Djarum Group. Kerjasama ini mendorong pertumbuhan KASKUS menjadi lebih besar lagi, baik dari sisi infrastruktur, tenaga profesional, maupun jaringan bisnisnya. Untuk mengimbangi ekspansi ini, KASKUS pun memindahkan kantor utamanya ke Menara Palma dan menamakannya KASKUS Playground.

Pada tanggal 26 Mei 2012, KASKUS mengubah domain mereka dari .us menjadi .com dan .id. Hal ini dilakukan untuk memperkuat citra KASKUS sebagai situs yang bervisi global, namun tetap memiliki identitas Indonesia.

Tampilan saat KASKUS mengubah domain mereka 
menjadi .com dan .id

Agar senantiasa menjadi tren dunia digital, pada Mei 2014 KASKUS meluncurkan versi mereka yang baru yang dinamakan KASKUS Revolution. Pada versi ini, KASKUS tampil lebih fresh, classy, dan clean. KASKUS membuat fitur search yang lebih berkualitas di Forum dan Forum Jual-Beli (FJB). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan para Kaskuser yang telah mencapai lebih dari 7,8 juta orang.

Video:

Sumber: